asuransi syariah berbasis wakaf

Wakaf merupakan bentuk kedermawanan dalam ajaran agama Islam dengan memberikan manfaat yang terus menerus bagi masyarakat luas serta wakif akan diberikan pahala yang tidak akan terputus meskipun sudah meninggal dunia. Wakaf tidak hanya berupa aset tanah atau bangunan saja, melainkan juga bisa dengan wakaf manfaat asuransi syariah.

Wakaf memiliki karakteristik yaitu memiliki nilai guna saat prang yang mewakafkannya (wakif) meninggal dunia, manfaatnya untuk jangka waktu yang panjang, nilai ekonomi yang tidak berkurang dan dikembangkan dengan prinsip sesuai syariah, serta bersifat sukarela dan juga produktif yang digunakan untuk kepentingan masyarakat. Tentu saja manfaat asuransi syariah dan manfaat investasi masuk dalam karakteristik ini sehingga bisa diwakafkan.

Wakaf wasiat polis asuransi syariah ini adalah polis asuransi berbasis syariah yang nilai investasi dan manfaat asuransinya diwakafkan oleh tertanggung utama dengan sepengetahuan ahli waris. Tujuannya yakni untuk memanfaatkan asuransi dengan cara berinvestasi melalui lembaga pengelola wakaf. Hasil dan manfaatnya digunakan untuk kesejahteraan umat.

Wakaf asuransi ini potensinya juga cukup besar apalagi jika dilihat dari minat masyarakat berwakaf. Hal ini dilihat dari cukup banyaknya masyarakat yang berwakaf tanah dan bangunan serta jumlah penduduk muslim di Indonesia yang terbesar.

Adanya beragam produk asuransi syariah semenjak diluncurkannya Fatwa MUI No.106/DSN-MUI/X/2016 tentang Wakaf Manfaat Asuransi dan Manfaat Investasi pada Asuransi Jiwa Syariah.

asuransi syariah berbasis wakaf

Wakaf berupa uang menurut aturannya tidak boleh diserahkan langsung pada nazhir (pengelola wakaf) melainkan harus diintegrasikan dulu melalui Lembaga Keuangan Syariah (LKS). Sehingga dalam konteks asuransi syariah berbasis wakaf ini, perusahaan asuransi memiliki peran penuh sebagai nazhir yaitu menjadi penerima dan pengelola uang wakaf, sekaligus menjadi penyalur hasil investasi.

Di sinilah letak peran strategis asuransi syariah. Sehingga dana wakaf yang dibayarkan oleh wakif atau dalam asuransi syariah disebut peserta, akan dikumpulkan oleh perusahaan asuransi untuk kemudian diinvestasikan pada proyek-proyek yang produktif dan sesuai dengan syariah. Hasil investasi itulah yang akan digunakan untuk saling tolong menolong dan kesejahteraan umat.

Sehingga wakif tidak hanya mendapatkan proteksi manfaat asuransi, tetapi juga mendapatkan manfaat dari wakaf serta mendapatkan pahala yang terus menerus.

Dana wakaf yang dikelola oleh perusahaan asuransi ini nilai secara nominalnya tidak boleh berkurang sedikitpun, yang digunakan untuk kebajikan adalah hasil investasinya. Tergantung dari wakif memberikan hak manfaat wakaf tersebut untuk siapa. Ini juga tergantung dari produk wakaf asuransi syariah yang disediakan oleh masing-masing perusahaan asuransi.

Tapi pada intinya, secara umum hampir sama. Hasil investasi dari dana wakaf yang dibayarkan itulah yang akan dipergunakan untuk kesejahteraan bersama. Biaya operasional maksimal untuk nazhir hanya 10 persen dari hasil, dan sisanya dipergunakan untuk kesejahteraan umat.

Sehingga wajar jika wakaf dinilai memiliki potensi untuk mengurangi kemiskinan juga ketimpangan sosial di tengah masyarakat. Selain itu, wakaf juga bisa mendukung perkembangan ekonomi Indonesia. Itulah mengapa pemerintah gencar untuk mengembangkan potensi wakaf uang belakangan.

Jika dilihat dari data menurut Badan Wakaf Indonesia (BWI) angka potensi wakaf masyarakat Indonesia mencapai Rp 180 triliun dan pada 2017 baru mencapai Rp 400 miliar. Ini harus terus diupayakan untuk ditingkatkan, bisa dengan cara mengeluarkan tabungan wakaf, asuransi wakaf, sukuk wakaf, dan lain sebagainya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here